Masjid di Arab Saudi mulai dibuka. (Foto:  Arab News)
Masjid di Arab Saudi mulai dibuka. (Foto: Arab News)

Lebih dari dua bulan masjid-masjid di Arab Saudi ditutup sementara karena adanya virus covid-19. Dalam kurun waktu itu, masyarakat Saudi memang dilarang untuk melakukan salat berjamaah di tengah pandemi ini. Jadi, penutupan masjid dilakukan sebagai upaya untuk menekan laju penularan virus covid-19.  

Dilansir melalui alarabiya.net, warga Saudi pun merasa gembira dengan dibukanya kembali masjid untuk ibadah.  "Senang rasanya menikmati kasih sayang Tuhan dan sekali lagi kami dapat memanggil jamaah beribadah ke masjid daripada di rumah," ujar seorang muazin Masjid Al Rajhi, Abdulmajeed Al Mohaisen.  

Diketahui, Masjid Al Rajhi merupakan salah satu masjid terbesar di ibu kota Arab Saudi, Riyadh. Tampak jamaah yang sudah mulai ramai mendatangi masjid untuk melakukan salat subuh.  

Tentunya mereka tetap harus mematuhi aturan kesehatan seperti menggunakan masker, membawa sajadah sendiri, tak melakukan jabat tangan, hingga menjaga jarak.  

Sedangkan mereka yang sudah lanjut usia, anak-anak, dan yang sakit dilarang untuk masuk ke masjid.  Lalu para jamaah pun diimbau untuk melakukan wudu dari rumah.  

Warga pun sampai tak kuasa menahan tangis dan mengucap syukur saat tahu masjid-masjid sudah mulai dibuka.  "Mata saya berkaca-kaca saat kembali menginjakkan kaki di masjid dan saya mendengar azan. Terima kasih Tuhan atas berkah ini. Kami dapat kembali beribadah di masjid," kata seorang warga.  

Namun rupanya, kebijakan dibukanya masjid-masjid ini tidak berlaku di kota suci Makkah. Bahkan, untuk ibadah haji dan umrah hingga kini masih diberhentikan.