Silaturahmi Kapolres Blitar Kota dengan Togatomas.(Foto : Team BlitarTIMES)
Silaturahmi Kapolres Blitar Kota dengan Togatomas.(Foto : Team BlitarTIMES)

Jelang pelaksanaan Pilwali Kota Blitar 2020, Polres Blitar Kota mengadakan silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama, Rabu (26/2/2020) di salah satu rumah makan di Kota Blitar.

Hadir dalam agenda ini, Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela, Danyon 511/DY Letkol Inf Georgius Luky Ariestya, Kasdim 0808/Blitar Mayor Inf Leo Paurakan, Ketua MUI Kota Blitar KH Subakir, Ketua Bamag Kota Blitar Pendeta Stefanus Edy, Ketua PD Muhammadiyah Rusdi Riyanto, Ketua LDII KH Mustamir, Ketua Ansor Kota Blitar Hartono, Ketua PHDI Lestari, pimpinan Pondok Pesantren, Pengurus Gereja, alim ulama, dan undangan lainya. 

Di kesempatan ini turut dilaksanakan penggalangan tanda tangan pelaksanaan Pilkada Damai di Kota Blitar. 

Seluruh yang hadir mulai dari Polri, TNI, tokoh lintas agama dan masyarakat sepaham dan sepakat melaksanakan Pilkada Damai di Kota Blitar.


Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan acara ini dilaksanakan dalam rangka menjalin komunikasi diantara seluruh elemen jelang pelaksanaan Pilkada Kota Blitar 2020. 

Di kesempatan ini dirinya mengajak kepada seluruh Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat untuk menjaga kamtibmas jelang hingga pasca pelaksanaan Pilwali.

“Patut diakui dalam menciptakan kamtibmas yang kondusif ini perlu kerjasama yang baik serta harmonis dengan semua elemen. Baik itu togatomas, kepolisian dan TNI,” ujar Leonard.

Dikatakan Kapolres, tokoh agama dan tokoh masyarakat mempunyai peranan penting untuk ikut menjaga suasana kondusif di masyarakat.

Oleh sebab itu dirinya berharap kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mensosialisikan kepada masyarakat agar menyambut dan mengikuti jalanya pilkada dengan tertib.

“Beda pilihan boleh, tapi harus jaga kerukunan dan ketertiban. Pelaksanaan pilwali, pesta demokrasi ini harus disambut dengan berpositif untuk menciptakan situasi kondusif. Jangan sampai pilkada ini memunculkan perpecahan dan pergesekan antar pendukung yang dapat menyebabkan perpecahan antar umat, antar suku. Pilkada Kota Blitar harus berlangsung damai, aman dan kondusif,” tandasnya.(*)