Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial dan Pelayanan Sosial Bagi Penyandang Tuna Sosial yang sekaligus menjabat Plt Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Malang, Heri Wiyono saat melakukan apel pembuka sebelum razia (Hendra Saputra)
Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial dan Pelayanan Sosial Bagi Penyandang Tuna Sosial yang sekaligus menjabat Plt Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Malang, Heri Wiyono saat melakukan apel pembuka sebelum razia (Hendra Saputra)

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang bekerja sama dengan Satpol PP untuk meningkatkan pengawasan dan pemantauan di beberapa titik di Kota Malang. Tujuannya untuk menjaring dan mengantisipasi maraknya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Dalam razia tersebut, ditemukan setidaknya lima PKMS yang langsung dibawa ke Camp Assesment.

PKMS di Kota Malang memang masih menjadi perhatian bagi Dinsos karena cukup meresahkan dan bisa mengganggu keindahan 'Bhumi Arema'.

Tim gabungan dari Dinsos dan Satpol PP Kota Malang mulai berangkat keliling pukul 11.00 WIB yang terpusat di depan Kantor Satpol PP. Adapun mereka mengelilingi 'Bhumi Arema' mulai dari barat sepanjang Jalan Veteran dan sekitarnya, di utara wilayah Blimbing, di selatan wilayah Gadang.

Kasi Rehabilitasi Sosial dan Pelayanan Sosial Bagi Penyandang Tuna Sosial yang sekaligus menjabat Plt Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Malang, Heri Wiyono mengaku bahwa pihaknya yang sudah bekerja sama dengan Satpol PP untuk melakukan razia disejumlah titik di Kota Malang.

"Hari ini kami akan melakukan operasi untuk anak jalanan hingga ODGJ bila ditemukan, pengamen, pengemis di beberapa titik di Kota Malang," ujar Heri saat dijumpai MalangTIMES.

Dalam razia itu, setidaknya ada satu pleton anggota Satpol PP yang berjumlah 15 orang dan beberapa petugas dari Dinsos yang ikut. Selebihnya petugas dari Dinsos ada di Camp Assesment untuk menunggu pendataan adanya temuan dari razia.

"Dengan adanya operasi ini kami berharap bisa menekan atau menghilangkan angka anak jalanan, pengemis, pengamen dijalanan di Kota Malang. Hal itu agar mereka bisa bekerja selayaknya dan tidak kembali ke jalan," jelas Heri.

Dari hasil razia tersebut Dinsos mendapati 5 orang yang terdiri dari 2 anak punk dan 3 pengemis yang ditemukan di wilayah Gadang, jembatan Soekarno Hatta dan wilayah Masjid Sabilillah. Sementara dilokasi razia lain tidak ditemukan objek razia.

Setelah diangkut, para PKMS itu dibawa ke Camp Assesment untuk didata dan kemudian dibina agar tidak kembali lagi ke jalanan.