Paur Humas Polres Tulungagung, Iptu Anwari (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Paur Humas Polres Tulungagung, Iptu Anwari (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Polres Tulungagung tak bakalan menoleransi tindakan pidana yang dilakukan oleh anggota perguruan silat. Pasalnya sudah seringkali terjadi penganiayaan oleh anggota perguruan silat terhadap anggota perguruan silat lainnya, yang berakhir dengan jalan damai.

Kali ini Setiap tindakan pidana pengeroyokan atau apapun akan langsung diproses hukum oleh Polres Tulungagung.

"Enggak ada (mediasi), tidak ada ampun sekarang langsung ditindak tegas dengan proses hukum yang ada," ujar Kapolres Tulungagung melalui Paur Humas Polres Tulungagung, Ipda Anwari.

Pihaknya beralasan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anggota perguruan silat sudah mencoreng sifat Guyub Rukun Warga Tulungagung, dan  jargon Astuti yang telah digaungkan Oleh Polres Tulungagung.

Keputusan ini sudah disetujui oleh 9 perguruan silat dari 14 yang ada di Kabupaten Tulungagung.  keputusan ini sudah tertulis dalam perguruan silat.

"Kemarin itu yang hadir 9 (perguruan silat) jadi dianggap kuorum, untuk 5 lainnya nanti akan dipanggil dimintakan tanda tangan (MOU) lalu dinotariskan," terang Anwari.

Terakhir adalah pengeroyokan yang dilakukan oleh puluhan anggota salah satu perguruan silat terhadap 1 orang dari kelompok lain, Badrus Sodiq,  Sabtu (9/11/19) malam.

Saat itu korban mengendarai motor dari Timur menuju ke barat. Sesampainya di perempatan pasar Ngemplak dari selatan ada arak-arakan salah satu perguruan silat yang hendak menuju ke desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru untuk menonton orkes.

Tanpa alasan yang jelas puluhan anggota perguruan silat itu langsung menghajar korban yang sendirian. Setelah melakukan pengeroyokan, puluhan  anggota perguruan silat itu langsung lari ke Timur.

Akibat pengeroyokan itu, Badrus Sodiq mengalami luka parah di bagian kepala dan dilarikan ke RSUD dr Iskak untuk mendapatkan perawatan.

Saat ini kasus pengeroyokan itu masih ditangani oleh pihak berwajib.