Banah (dua dari kanan), korban penjambretan, saat didatangi polisi guna kepentingan penyelidikan. (Foto : Polsek Singosari for MalangTIMES)
Banah (dua dari kanan), korban penjambretan, saat didatangi polisi guna kepentingan penyelidikan. (Foto : Polsek Singosari for MalangTIMES)

Dengan terus meneteskan air mata, Banah -warga Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang,  menceritakan kejadian penjambretan yang baru saja dialaminya. Saat didatangi polisi Kamis (26/9/2019), nenek 65 tahun itu mengaku pelaku yang menjambret perhiasannya berjumlah dua orang.

”Saat melancarkan aksi penjambretan, dua orang pelaku sempat mengancam menggunakan senjata tajam. Sedangkan perhiasan yang dijambret adalah kalung emas yang dikenakan di leher korban,” terang Kanit Reskrim Polsek Singosari Iptu Supriyono, Kamis (26/9/2019).

Berdasarkan laporan yang diterima polisi, aksi penjambretan ini terjadi pada Rabu (25/9/2019) siang. Tepatnya sekitar pukul 11.00 WIB, Banah sedang duduk didepan toko perancangan yang berlokasi di sekitar rumahnya.

Beberapa saat kemudian, melintas dua orang berboncengan dengan mengendarai sepeda motor warna gelap. Kedua orang misterius itu sempat masuk ke dalam toko, sebelum akhirnya merampas perhiasan milik korban yang sedang duduk di depan toko perancangan tersebut.

Meski sempat menarik jaket salah seorang pelaku, keduanya  berhasil kabur dengan mengendarai sepeda motor.

Di saat bersamaan, nenek yang berusia lebih dari kepala enam itu sempat berteriak jambret sembari menunjuk ke arah pelaku. Salah seorang warga yang mendengar teriakan wanita renta tersebut langsung bergegas menghadang kedua pelaku..

”Ketika dihadang, pelaku sempat memberikan perlawanan dengan cara mengacungkan senjata tajam jenis keris ke arah salah seorang saksi yang menghadangnya,” jelas Supriyono saat ditemui MalangTIMES.com.

Mengetahui acaman tersebut, saksi akhirnya membiarkan kedua pelaku kabur. Dengan didampingi keluarganya, Banah akhirnya melaporkan kejadian penjambretan ini ke Mapolsek Singosari.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku mengenakan jaket parasit saat melancarkan aksinya. Seorang pelaku diketahui mengenakan jaket warna abu-abu. Sedangkan  pelaku lainnya mengenakan jaket warna biru.

”Kasusnya masih dalam tahap penyelidikan. Anggota sudah kami kerahkan ke lapangan guna memburu keberadaan kedua pelaku,” tutup Supriyono.