Siswa siswi Argia Academy mendapat materi wasbang dari Anggota Yonif 511/DY.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Siswa siswi Argia Academy mendapat materi wasbang dari Anggota Yonif 511/DY.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)


Editor

Heryanto


Generasi penerus bangsa sebagai embrio penerus bangsa di masa mendatang sudah semestinya menerima pembekalan dalam hal sikap dan penghayatan cinta tanah air, wawasan kebangsaan dan bela Negara serta wawasan anti narkoba. 

Hal tersebut seperti termaktub dalam UUD 1945, Pasal 30, yang berisi hak dan kewajiban warga negara.

Menyadari pentingnya wawasan kebangsaan, bela Negara dan wawasan anti narkoba bagi generasi milenial, Argia Academy Teknologi dan Digital Marketing menggelar Argia Academy Digitech Camp (AADC). Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari, 17-18 Juni 2019 diikuti 45 peserta dipusatkan di Co-Working Space Argia Academy, Jalan Bengawan Solo, Kota Blitar.

CEO Argia Academy, Arif Handono, mengatakan AADC merupakan kegiatan pengenalan dunia kerja digital marketing  kepada peserta program skills and job connector yang berlangsung selama 1 bulan. 

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari TNI dari Yonif 511/DY dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

“AADC ini bukan hanya program orientasi cara belajar mengenai digital marketing dan sikap profesionalisme kerja. Tapi juga pembekalan rasa nasionalisme dan bela Negara,” ungkap Arif Handono, Senin (17/6/2019).

Kehadiran BNN yang memberikan materi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) diharapkan mampu membentengi siswa-siswi Argia Academy dari pengaruh bahaya narkoba.

“Ini adalah komitmen Argia Academy untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan tanggung jawab kepada Negara. Ini juga komitmen kami ikut memberantas peredaran narkoba. Para pemuda yang ada di Argia Academy wajib bebas narkoba dan cinta tanah air kepada bangsa dan Negara,” tandasnya.(*)

Tag's Berita blitar berita blitar

End of content

No more pages to load