Panda Leticia (tengah kenakan gaun pink) berfoto bersama model PL6 dan juri serta tamu yang datang dalam gelaran Launching PL6 di Leticia Tea Room, Minggu (16/6/2019) malam (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

Panda Leticia (tengah kenakan gaun pink) berfoto bersama model PL6 dan juri serta tamu yang datang dalam gelaran Launching PL6 di Leticia Tea Room, Minggu (16/6/2019) malam (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)



Belasan model bertubuh besar atau plus size berdandan cantik lengkap dengan busana yang mempesona. Mereka melenggak lenggok di hadapan para penonton yang sengaja datang dalam sebuah acara peragaan busana. 

Dengan santai, mereka berjalan ke setiap sudut sembari memainkan busana yang dikenakan. Senyuman dan tatapan serius mereka lontarkan pada para penonton yang sengaja merekam aksi lenggak lenggok itu menggunakan kamera dan smartphone.

Busana bertema glamor pun semakin membuat para model bertubuh subur itu terlihat lebih cantik dan segar. Tak jarang beberapa di antara mereka tersenyum centil dan menunjukkan betapa cantik busana yang dia kenakan. Riuh tepuk tangan pun bergemuruh begitu para model berjajar menunjukkan keberagaman busana yang dihasilkan dari tangan desainer muda asal Kota Malang, Panda Leticia.

Minggu (16/6/2019) malam, Panda Leticia memang sengaja menggelar sebuah peragaan busana. Namun bukan peragaan busana biasa saja, acara yang digelar dengan tema glamor itu juga dibuat untuk mencari talent baru model PL6 yang berada di bawah naungan Panda Leticia sendiri.

Puluhan karya dengan kategori berbeda pun ia pamerkan dan berhasil membuat kagum para pecinta fashion yang datang malam itu. Koleksi bertema putih dengan model anak-anak dipamerkan pertama kali begitu acara dimulai. Empat anak-anak pun didandani begitu cantik bak malaikat. Mereka mengenakan busana bertema glamor yang sengaja dibuat oleh Panda Leticia.

"Untuk busana anak-anak ini saya terinspirasi film Rosalinda," katanya dengan sumringah.

Tak hanya memamerkan koleksi anak-anak saja, perempuan asal Kecamatan Sukun ini juga memamerkan produk slim size yang sudah ia geluti sejak lama. Karyanya itu pun dibawakan dengan mewah oleh para model dan lagi-lagi membuat pecinta fashion merasa kagum. Motif yang disuguhkan pun beragam dan lebih berwarna.

Tak kalah menarik, koleksi plus size milik Panda Leticia juga begitu menawan. Karyanya itu berhasil dibawakan oleh model PL6 yang berada di bawah naungannya, juga 10 kontestan yang turut dalam gelaran Launching PL6 itu. Sebuah karya yang memang belum banyak dilirik oleh desainer di Kota Malang.

"Karya saya ini saya dedikasikan untuk semua yang bertubuh besar yang ada di luaran sana," kata Panda Leticia.

Perempuan bernama asli Etsa Ika Pratiwi ini sejak satu tahun belakangan memang sengaja menciptakan karya big size. Selain memang belum banyak desainer di kota pendidikan ini yang konsentrasi pada big size, karyanya juga menjadi sah satu upaya untuk memerangi bulliying terhadap orang bertubuh besar.

"Tak sedikit pula di antara kita yang merasa minder dengan tubuh besar yang dimilki," ceritanya pada MalangTIMES.

Tekadnya untuk terus menciptakan koleksi big size semakin kuat seiring besarnya dukungan yang diberikan. Dalam berbagai ajang fashion yang ia ikuti di berbagai kota, karyanya juga mendapat apresiasi dari pecinta fashion. Sehingga dia semakin optimis untuk terus menunjukkan hasil karyanya itu.

"Dan model PL6 tidak hanya sekedar catwolk dalam acara peragaan busana saja, mereka juga kami bekali pengetahuan membatik dan lain sebagainya," jelasnya.

Ke depan, ia berharap mampu mengampanyekan stop bulliying pada orang bertubuh besar ini sampai ke tingkat pendidikan. Tentunya mengajak pelajar untuk turut berkarya bersama dalam dunia fashion. Sehingga ada energi positif yang bisa dibangun bersama.

Sementara itu, dalam ajang peragaan busana yang sekaligus untuk mencari talent baru PL6 itu, Hemas Septia Lindra Wanggi berhasil menjadi pemenang dan mengalahkan sembilan kontestan lainnya. Setelah masuk 10 besar, mahasiswi UNIKAMA itu berhasil maju ke babak lima besar, tiga besar, dan kemudian menjadi pemenang.

"Seneng banget, saya nggak nyangka bisa menang. Padahal saya sama sekali belum ada pengalaman modeling sebelumnya," jelas perempuan kelahiran tahun 1998 itu.

Memiliki tubuh besar dan sangat tinggi, awalnya membuat Hemas merasa kurang percaya diri bergaul dan bersosialisasi. Namun setelah memenangkan kompetisi PL6, dia merasa memiliki kepercayaan diri baru. Dia pun mulai optimis untuk bisa tampil di hadapan publik dengan kemampuan yang dimiliki.

"Sekarang saya semakin percaya diri, dan akan berusaha berkarya. Gemuk bukan alasan untuk tidak berprestasi," ujarnya dengan nada yang begitu bahagia.

Di sisi lain, juri talent PL6 sekaligus desainer kenamaan di Kota Malang, Agus Sunandar menyampaikan selamat terhadap keberhasilan dan karya yang disuguhkan Panda Leticia. Dia menilai, karya yang dihasilkan menjadi darah degar dalam dunia fashion di Kota Malang. Karena belum banyak desainer tang tertarik dengan karya big size.

"Sekali lagi selamat, dan semoga terus semangat berkarya," katanya.


End of content

No more pages to load