Bikin Merinding, Jeritan Dan Suara Aneh Sering Terdengar Dari TKP Pembunuhan Ngingas Campurdarat

TKP dugaan pembunuhan Ngingas yang mengakibatkan dua orang tewas dan belum terungkap / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
TKP dugaan pembunuhan Ngingas yang mengakibatkan dua orang tewas dan belum terungkap / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

NGAWITIMES, TULUNGAGUNG – Delapan bulan berlalu, kasus dugaan pembunuhan di dusun Ngingas Desa / Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung masih menjadi misterius. Hingga kini, polisi masih terus berusaha mengungkap siapa pelaku pembunuhan yang mengakibatkan dua orang yakni Adi Wibowo alias Didik (56) dan Suprihatin (50) meregang nyawa.
"Sudah jarang terlihat polisi datang seperti saat baru terjadi pembunuhan dulu," kata HTN (52) bukan nama sebenarnya, warga sekitar kepada tulungagungtimes.com. 

HTN melanjutkan, kasus tersebut menurut HTN karena keluarga Didik sangat tertutup dengan warga sekitar. "Saya bertetangga, jadi tahu keseharian keluarga itu yang jarang bergaul dengan tetangga," tambahnya. 

Pasca kejadian, keluarga HTN beberapa kali dimintai keterangan polisi karena posisi rumah yang sangat dekat dengan TKP
"Saya kan saat itu tidak di rumah, istri dan anak saya diminta keterangan oleh petugas," terangnya. 

Dirinya yang memang sering merantau mendapat keterangan dari istri dan tetangga bahwa rumah yang kini sepi dengan hanya terbuka pagar depan itu menjadi rumah yang seram. "Jika malam sering terdengar teriakan, kadang orang tertawa, istri saya tak berani di rumah sendiri," jelasnya.

Hari raya idul fitri lalu menjadi momen di saat dirinya pulang untuk mudik, istri HTN minta ikut merantau ke luar Jawa bersamanya
"Karena takut tinggal di rumah, istri saya sekarang ikut merantau bersama saya," kata HTN. 

Kini selain rumah keluarga Almarhum Didik, rumah HTN juga tampak tertutup rapat dan saat siang dan malam tampak lampu di dalam rumah menyala.

Adi Wibowo atau yang dikenal dengan sebutan Didik dan Suprihatin adalah pasangan suami istri dan ditemukan tewas pada Kamis (8/11) lalu selepas magrib. Saat ditemukan, diduga keduanya sudah tiga hari meninggal dunia, karena sudah ditemukan dalam keadaan membusuk.

Polisi menduga keduanya tewas dibunuh, lantaran dari hasil olah TKP ditemukan bekas pukulan benda tumpul di belakang kepala Didik dan sejumlah luka pada tubuh Suprihatin.

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]ngawitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]ngawitimes.com | marketing[at]ngawitimes.com
Top