Pemasaran Online Dongkrak Produksi Sepatu Kulit Handmade di Malang

Para pekerja tengah membuat sepatu handmade di rumah produksi Jo
Para pekerja tengah membuat sepatu handmade di rumah produksi Jo'Iin Waris Shoes di Jalan Nakula, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

NGAWITIMES, MALANG – Era e-commerce membawa berkah tersendiri bagi perajin sepatu di Malang. Misalnya di rumah produksi Jo'Iin Waris Shoes yang secara khusus membuat sepatu handmade berbahan dasar kulit. Permintaan produksinya meningkat hingga lima kali lipat sejak mulai memasarkan melalui marketplace-marketplace online. 

Berlokasi di Jalan Nakula Nomor 18 Polehan, Kota Malang, usaha yang digeluti Joko Pribadi dan istrinya, Iin itu mulai berkembang sejak 2012 lalu. Saat ini, setiap hari belasan pekerja tampak bergelut dengan berbagai tahapan pembuatan sepatu. Ada yang membuat pola, memotong bahan, menjahit, membuat sulaman, merangkai dengan alas, hingga bagian pengemasan. 

Joko Pribadi mengungkapkan bahwa usaha tersebut dia rintis sejak 2010 silam. "Dulu sebelum bikin usaha sendiri saya ikut-ikut orang, lalu memutuskan buka sendiri. Awalnya, dulu saya dibantu dua orang pekerja. Dapat lima pesanan sehari saja sudah lumayan," terangnya. Saat itu, era e-commerce sebenarnya sudah mulai marak. Hanya saja Joko merasa kesulitan untuk mengelola sendiri pemasaran online. 

Lantas, pada 2012 lalu beberapa pihak menawarkan diri menjadi reseller dan membantu pemasaran secara daring. "Sejak saat itu, pelan-pelan pesanannya terus naik. Saat ini Alhamdulillah sudah bisa memproduksi sekitar 25-30 sepatu per hari dengan total 16 orang," urainya. Dengan kapasitas produksi itu, dalam sebulan dia bisa menghasilkan sekitar 750 pasang sepatu. 

Dari total tersebut, menurut Joko terbanyak adalah sepatu untuk perempuan dengan beragam modelnya. Mulai dari flatshoes, sneakers, boots, platform, high heels, wedges, dan lain-lain. "Model-modelnya sebagian dari kami, tapi juga mengikuti yang saat ini jadi tren. 95 persen sepatu wanita, tapi kalau sepatu laki-laku biasanya pesanan khusus," tuturnya.

Dengan pemasaran online, sepatu asal Malang itu sudah merambah ke berbagai penjuru dunia. "Yang kirim ke luar negeri itu biasanya sudah lewat reseller. Ada yang ke Singapura, California, kalau yang di sini fokus ke produksi. Kami hanya kirim ke seluruh Indonesia, mulai dari Sumatera, Aceh, Irian. Paling banyak di Jakarta, Surabaya, Banyuwangi," terangnya.

Kualitas prima, sepatu produksi Joko menggunakan bahan baku lokal. "Bahan baku lokal, untuk kulit sapi kami ambil dari Magetan, Jogja dan Bangil. Sementara ini belum ada kenaikan harga bahan baku, karena kan dollar masih stabil. Meski bahan lokal tetapi pewarnaan kulitnya di penyamak itu khusus pakai cat impor, kalau dollar naik yaa otomatis ikut naik," paparnya. 

Sepatu produksi Jo'Iin Waris Shoes dibanderol mulai harga Rp 200 ribu ke atas, bergantung dengan model dan tingkat kerumitan. Setiap pemesanan, Joko mengaku meminta tenggat produksi sekitar 2 minggu. "Pasar online sangat mendukung. Selama ini menanjak terus permintaan. Tetapi kami harus menjaga mutu dan kepercayaan. Apalagi tenaga manusia ini kan tidak bisa diforsir seperti mesin," paparnya.

Meski memiliki pangsa pasar yang bagus, Joko mengaku masih menemui kendala dari sisi tenaga kerja. Pasalnya, membuat sepatu handmade membutuhkan teknik khusus. "Kendala dari pekerja yang sulit didapat. Jarang anak muda yang mau belajar karena sulit, belum tentu satu atau dua tahun bisa. Rata-rata usia 40 tahun ke atas yang jadi tukang, yang belajar hanya satu dua orang," pungkasnya.

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]ngawitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]ngawitimes.com | marketing[at]ngawitimes.com
Top