Pertumbuhan Ekonomi Jatim Melambat, BI: Malang Masih Optimistis Dekati 6 Persen

Tangkapan layar grafik pertumbuhan ekonomi Jatim dalam Laporan Perekonomian Provinsi Jawa Timur Mei 2019.
Tangkapan layar grafik pertumbuhan ekonomi Jatim dalam Laporan Perekonomian Provinsi Jawa Timur Mei 2019.

NGAWITIMES, MALANG – Pertumbuhan ekonomi di Malang Raya diprediksi masih akan bertumbuh positif pada 2019 ini meskipun secara regional Jawa Timur (Jatim) pada triwulan I 2019 terjadi pelambatan. Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Malang memprediksi pertumbuhan di Malang Raya bakal mendekati angka 6 persen. 

Dalam siaran pers Kajian Ekonomi Regional yang dirilis BI Jatim, pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan I 2019 mencapai 5,5 persen secara year on year (yoy). Artinya, melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,6 persen (yoy), sejalan dengan kembali normalnya pola konsumsi pasca-momentum akhir tahun 2018.

Meski demikian, dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Pulau Jawa, kinerja perekonomian Jawa Timur pada periode ini lebih tinggi dibandingkan Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah. 

Dari sisi permintaan, tertahannya laju pertumbuhan dikontribusi oleh perlambatan pertumbuhan konsumsi swasta, konsumsi pemerintah, serta net ekspor antardaerah. Sementara dari sisi penawaran, tertahannya laju kinerja industri pengolahan dan konstruksi serta kontraksi lapangan usaha pertanian menjadi penyebab perlambatan kinerja perekonomian Jawa Timur.

Meski demikian, perlambatan lebih dalam tertahan oleh peningkatan ekspor luar negeri yang disertai kontraksi impor luar negeri sejalan dengan kinerja positif sektor perdagangan besar dan eceran serta penyediaan akomodasi dan makan minum. 

Kepala KPw BI Malang Azka Subhan Aminurridho mengungkapkan bahwa tren investasi, perkembangan UMKM, dan sektor-sektor lain di Malang Raya masih menjadi incaran. Hal itu membuat pertumbuhan ekonomi di Malang akan tetap positif. Termasuk di antaranya dengan stabilnya angka inflasi yang menjadi indikator gairah perekonomian setempat. 

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Mei 2019 lalu, Kota Malang mengalami inflasi 0,35 persen. Menurut Azka, angka inflasi yang terjaga meski di momen Ramadan hingga lebaran, merupakan sinyal yang cukup baik agar ekonomi stabil. "Dengan angka inflasi segitu, kami optimistis angka pertumbuhan bisa mendekati 6 persen," sebutnya.

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]ngawitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]ngawitimes.com | marketing[at]ngawitimes.com
Top