Gila ! Gadaikan Istri Senilai 250 Juta, Dan Berujung Dengan Pembunuhan

Hori (40) Inilah pria yang menjaminkan istrinya untuk meminjam uang senilai Rp 250 juta (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Hori (40) Inilah pria yang menjaminkan istrinya untuk meminjam uang senilai Rp 250 juta (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

NGAWITIMES, LUMAJANG – Dua pria di Lumajang ini benar-benar sudah kehilangan akal sehat. Bagaimana tidak, satu pria sengaja meminjam uang sebesar Rp 250 juta dengan jaminan istrinya sendiri, sedangkan satu pria lagi, justru menerima tawaran tersebut.

Kisah ini terjadi antara Hori Bin Suwari, warga desa Jenggrong Kecamatan Ranuyoso yang meminjam uang kepada Hartono (43) warga desa Sombo Kecamatan Gucialit. Dalam perjanjian itu Hori hanya bisa membawa pulang istrinya jika sudah melunasi hutangnya tersebut.

Setelah perjanjian tak wajar ini berlangsung selama setahun, barulah Hori hendak menjemput istrinya dan mengembalikan pinjamannya. Namun karena Hori tidak memiliki uang, maka uang senilai Rp 250 juta itu akan dikembalika dalam bentuk sebidang tanah.Namun hal itu ditolak Hartono, dan meminta tetap dikembalikan dalam bentuk uang sebagaimana perjanjian semula.

“Dari sinilah rencana pembunuhan itu bermula. Karena Hartono selaku penerima jaminan atau gadai menolak sebidang tanah yang ditawarkan Hori, maka Hori menyusun rencana untuk membunu Hartono agar istrinya bisa dibawa pulang dan hutang piutangnya hangus,” kata Kapolres Lumajang AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban S.IK.

Maka pada selasa (11/6) malam Hori dengan membawa senjata tajam hendak mendatangi rumah Hartono. Namun begitu sampai dijalanan, Hori bertemu dengan seorang pria yang mirip dengan Hartono. Maka celurit yang memang dipersiapkan dari rumah segera dibacokkannya kepada pria yang diketahui bernama Muhammad Toha.

Karena lukanya sangat parah akibat sabetan celurit dari Hori, Muhammad Tohapun tewas bersimbah darah, walau sebenarnya pria malang ini sama sekali tidak tahu soal hutang piutang antara Hori dan Hartono.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran SH, membenarkan bahwa pembunuhan ini sudah direncanakan oleh Hori, namun salah sasaran, karena ada kemiripan antara Hartono dengan korban.

“Setelah kami introgasi, pelaku mengakui bahwa pembunuhan ini telah direncanakan dengan motif agar hutangnya menjadi hangus serta mendapatkan kembali istrinya yang telah digadaikan. Namun ternyata salah target, selanjutnya pelaku diancam hukuman penjara selama 20 tahun sesuai dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana,” ucap Hasran.

Pewarta : Moch. R. Abdul Fatah
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]ngawitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]ngawitimes.com | marketing[at]ngawitimes.com
Top