Tujuh Fakta Tentang Kakbah yang Tidak Banyak Diketahui, Nomor Dua Paling Fenomenal

Kakbah (Istimewa).
Kakbah (Istimewa).

NGAWITIMES, MALANG – Siapa yang tidak mengenal Kakbah? Bangunan suci umat muslim yang ada di kompleks Masjidil Haram, Makkah, ini selalu menjadi idaman untuk didatangi. Menyimpan banyak kisah bersejarah, tentu ada banyak pembelajaran yang bisa diambil saat mengunjungi bangunan suci tersebut.

Tapi tahukah Anda, ada banyak fakta tentang Kakbah yang mungkin belum kalian ketahui. Dilansir dari Fenomena ID, berikut tujuh fakta tentang bangunan suci umat muslim yang tak banyak diketahui itu.

1. Kunci Pintu Kakbah dipegang Satu Keluarga

Kunci Kakbah tidak dipegang sendiri oleh Nabi Muhammad SAW, melainkan diserahkan kepada keluarga Usman Bin Talha. Selama berabad-abad, pemegang kunci bangunan suci tersebut adalah keluarga dari Usman Bin Talha yang memang sengaja dikokohkan dengan kedudukannya tersebut oleh Rasulullah SAW.

"Ambil ini, wahai Bank Talha! Selama-lamanya hingga hari kebangkitan, dan kunci ini tidak akan direbut darimu kecuali oleh penguasa lalim lagi sewenang-wenang," sabda Rasulullah.

Itu sebabnya, tidak ada yang bisa masuk ke dalam Kakbah kecuali mendapat izin dari keluarga yang secara turun-temurun telah mewarisi kunci ini.

2. Terdapat Dua Buah Kakbah (Baitul Ma'mur) 

Tepat tegak lurus di atas Kakbah di muka bumi, terdapat replika Kakbah di langit yang disebut Baitul Ma'mur. Nabi Muhammad SAW pun melihatnya saat peristiwa Isra' Mi'raj.

"Kemudian saya diperlihatkan Baitul Ma'mur (rumah Allah). Saya bertanya kepada Malaikat Jibril mengenainya dan  menjawab; 'Ini adalah Baitul Ma'mur di mana 70 ribu malaikat melakukan ibadah di sini per harinya, dan ketika mereka pergi mereka tak pernah kembali lagi ke sini," sabda Rasulullah SAW.

3. Hajar Aswad Pernah Pecah

Saat ini kita semua tahu jika baru hitam Hajar Aswad dilapisi pelapis perak di sekelilingnya. Sebab, sebelumnya ada sebuah sekte sesat ekstrimis dari Bahrain yang mengeluarkan fakta miring bahwa haji adalah perbuatan fasik. Bahkan mereka juga membantai secara masal sekitar 10 ribu jamaah haji saat itu.

Mereka juga membawa Hajar Aswad  ke Arab Timur dan hingga akhirnya mereka dipaksa mengembalikan oleh Khalifah Abbasiyah. Ketika dikembalikan, batu Hajar Aswad telah pecah dan kemudian ditambal dalam pelapis perak. Beberapa sejarawan berspekulasi jika pecahan Batu tersebut masih tercecer di luar Makkah.

4. Kakbah Berwarna-warni

Warna Kakbah yang kita kenal adalah warna hitam dengan pemanis emas. Tapi ternyata, sebelum itu Kakbah ditutupi oleh kain berwarna seperti hijau, merah, bahkan putih. Kemudian dalam masa kepemimpinan Khalifah Abbasiyah, Kakbah menjadi kental akan warna hitam dan emas karena masa kepemimpinan saat itu kental dengan simbol warna hitam.

5. Berenang di Sekitar Kakbah

Kakbah terletak di dasar lembah. Sehingga saat terjadi hujan bisa terjadi banjir. Kadang jika hujan deras dan banjir parah, seperempat bangunan Kakbah akan terendam dan jamaah haji harus tawaf sambil berenang. Kondisi itu terjadi terakhir kali pada 1996. Namun berbagai renovasi modern untuk mencegah banjir telah dilakukan pemerintah dan jamaah haji tak perlu lagi khawatir dengan kebanjiran.

6. Kakbah Direkonstruksi Beberapa Kali

Kakbah yang kita lihat hari ini tentu tak sama dengan Kakbah yang dibangun Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Pasalnya, Kakbah beberapa kali tertimpa bencana alam dan ulah manusia. Sementara itu, salah satu rekonstruksi yang paling banyak dikenal adalah rekonstruksi yang dilakukan sebelum Nabi Muhammad menerima kerasulan.

Pada waktu itu beliau mengatasi perkelahian antar-klan mengenai siapa yang bisa meletakkan Hajar Aswad. Caranya diletakkan batu ke baju beliau dan yang bisa mengangkat dari ujung kain. Sejak saat itu telah terjadi beberapa rekonstruksi dan terakhir pada 1996 di mana berbagai fondasi diperkuat dan atap baru ditambah.

7. Kakbah Seharusnya Tak Berbentuk Kubus

Kakbah seharusnya berbentuk balok persegi panjang. Ketika dibangun ulang, orang Qurais juga membuat fondasi melingkar dengan bata sederhana. Ini untuk menandai dimensi asli Kakbah. Namun karena kekurangan dana, akhirnya bangunan berbentuk kubus. Apalagi orang Qurais menganggap warisan Nabi Ibrahim itu sangat suci dan harus dibangun menggunakan anggaran atau uang halal. Sedangkan pada masa jahiliyah, praktik kotor mencari uang sangat mendarah daging. 

Ada keinginan Nabi Muhammad untuk merenovasi ulang pada bentuk aslinya. Namun Rasulullah telah terlebih dulu meninggal sebelum proses renovasi dilakukan. 

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]ngawitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]ngawitimes.com | marketing[at]ngawitimes.com
Top