Akhiri Safari Ramadan, Wali Kota Sutiaji Beber Pembangunan Wilayah Kedungkandang

Wali Kota Malang Drs. Sutiaji saat memberikan ceramah di Masjid Halal dalam Safari Ramadan hari terakhir, Jumat (17/5/2019) (Hendra Saputra)
Wali Kota Malang Drs. Sutiaji saat memberikan ceramah di Masjid Halal dalam Safari Ramadan hari terakhir, Jumat (17/5/2019) (Hendra Saputra)

NGAWITIMES, MALANG – Rangkaian safari ramadan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama jajaran Forkopimda dan juga kepala dinas telah berakhir pada hari ke-13 puasa ramadan di Masjid Halal, Bumiayu, Kota Malang pada Jumat, (17/5/2019). 

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengajak masyarakat untuk saling memahami antar masyarakat, dengan begitu akan ada pintu maaf sehingga membuat kota semakin sejuk karena warganya aman dan damai. 

Selain itu, Sutiaji juga mengajak masyarakat agar saling memaafkan sebelum Hari Raya Idul Fitri 2019 tiba. "Setiap keturunan nabi adam pasti punya salah. Seburuk-buruknya orang yang punya salah pasti akan minta maaf," ujar Sutiaji saat menyampaikan ceramah di masjid yang terletak di Jalan Kyai Parseh Jaya itu. 

Sutiaji juga mengingatkan, kepada masyarakat agar tidak berbuat dosa lagi di hari puasa yang memasuki hari ke 13. Dosa yang dimaksud Sutiaji itu adalah mencibir orang lain. 

Menurutnya, hal itu adalah perbuatan yang bisa mengurangi pahala dan menambah dosa manusia di bulan ramadan. Untuk itu, Sutiaji meminta masyarakat terus berfikir positif dengan setiap kejadian. Agar mereka bisa berfikir jernih sebelum mengeluarkan kata-kata. "Jangan sampai pahala kita hilang hanya gara-gara mencibir orang. Itu akan jadi percuma, karena sama saja puasa kita hanya menahan haus dan lapar," ujarnya. 

Dalam safari ramadan terakhir ini, Sutiaji ditemani oleh Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko dan Sekretaris Kota Malang, Wasto, Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri dan Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson. 

Selain memberikan ceramah, Sutiaji juga memberikan bantuan kepada Masjid Halal Bumiayu berupa uang Rp 10 Juta, sama seperti yang diberikan di masjid-masjid yang sebelumnya dikunjungi. "Saya atas nama Pemkot Malang mengucapkan ribuan terima kasih kepada warga Bumi Arema ini. Masih menerima kami semua disini," katanya. 

Dalam kesempatan itu juga, Sutiaji menyampaikan bahwa wilayah Kedungkandang akan menjadi pusat keramaian karena akan ada akses tol yang melintasi Kota Malang. 

Di sisi lain, Sutiaji juga memaparkan rencana pembangunan jembatan Kedungkandang, hingga rencana pergantian status Jalan Mayjen Sungkono ke jalan nasional.

"Alhamdulillah, pada tahun 2020 Pemkot Malang akan mulai membangun jembatan Kedungkandang. Dan ke depan, Kedungkandang bukan dicap sebagai daerah pinggiran bapak ibu, wilayah sini akan jadi kota yang sesungguhnya," ucapnya. 

Rencananya, Jalan Mayjen Sungkono akan ditukar statusnya dengan Jalan Ahmad Yani, Blimbing yang kini berstatus sebagai jalan nasional. "Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR. Pergantian status jalan ini juga merupakan imbas dari adanya Tol Malang-Pandaan," terangnya. 

"Tapi dengan adanya itu semua, saya minta masyarakat Kota Malang semua tetap istiqomah ibadahnya. Jangan karena status daerah beralih menjadi lebih ramai sehingga pendapatan masyarakat meningkat, lalu masjid jadi sepi, itu akan menjerumuskan. Tetap nggeh pak buk salatnya," pinta mantan anggota DPRD Kota Malang ini.

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]ngawitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]ngawitimes.com | marketing[at]ngawitimes.com
Top