Sebagain Besar Pengguna Internet di Indonesia Masih Buta Huruf Secara Digital

President Director dan CEO IndosatM2 Hari Sukmono. (Foto: Rino/Humas)
President Director dan CEO IndosatM2 Hari Sukmono. (Foto: Rino/Humas)

NGAWITIMES, MALANG – Potensi penuh dari internet selama ini tidak diimbangi dengan kecerdasan pengguna internet di Indonesia. President Director dan CEO IndosatM2 Hari Sukmono menyatakan, sebagian besar pengguna internet di Indonesia masih buta huruf secara digital untuk mendapatkan potensi penuh dari Internet. Untuk itu, literasi digital harus dicanangkan.

“Kemajuan teknologi yang cepat perlu diimbangi oleh kecerdasan pengguna. Pengguna harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi keandalan sumber online dan memerangi berita palsu, tipuan, dan diskriminasi online,” ujar Hari saat memberi kuliah tamu kepada mahasiswa Teknik Informatika Fakultas Teknik UMM di Theater Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (18/3).

Menurut pimpinan perusahaan internet dan multimedia ini, internet telah mengubah dunia yang manusia tempati saat ini, termasuk mengubah cara kita bekerja. Lebih jauh lagi, literasi digital sangat penting untuk pekerjaan di masa depan.

“Tak kalah penting, dalam literasi digital, pengguna internet perlu memahami pentingnya melindungi informasi pribadi dan detail pribadi agar tidak disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Hari.

Literasi digital terdiri dari tiga aktivitas, yakni menemukan, mengevaluasi dan mengonsumsi konten digital; membuat konten digital; serta berkomunikasi atau membagikannya. Atau dalam pengertian lain yakni kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menemukan, mengevaluasi, membuat, dan mengkomunikasikan yang membutuhkan keterampilan kognitif dan teknis.

Belum juga usai Industri 4.0, dunia mulai dihadapkan dengan Industri 5.0 atau era masyarakat cerdas (smart society). Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan juga harus masuk dan mulai melakukan penyesuaian ke era ini.

Demikian Smart University tidak hanya menunjang proses belajar-mengajar, tapi juga mendukung decision support system (DSS) yang membantu seorang pimpinan membuat keputusan.

“Karena semakin luas rentang kendali para pimpinan, tentu dibutuhkan waktu dan pengambilan keputusan yang sangat cepat. Sehingga sistem ini akan sangat membantu dan perkembangan dunia di luar kampus juga teramat cepat, sehingga kita juga harus melakukan penyesuaian,” ujar Dr. Ahmad Mubin, ST., MT. Dekan Fakultas Teknik saat sambutan pembuka acara bertema “Startup Milenial Berkemajuan” ini.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]ngawitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]ngawitimes.com | marketing[at]ngawitimes.com
Top