3 Hotel Ini Sajikan Menu Tematik

menu bebek betutu basah dari Kintamani Terrace Hotel Swiss-Belinn
menu bebek betutu basah dari Kintamani Terrace Hotel Swiss-Belinn

NGAWITIMES, MALANG – Kota Malang memang menjadi surganya para pencinta kuliner. Hampir di setiap sudut Kota Pendidikan ini terdapat berbagai macam kuliner khas. Namun tak hanya di pinggiran jalan ataupun di restoran, di hotelpun juga bisa ditemui. Hotel Swiss-Belinn Malang misalnya. Hari ini melaunchingkan sebuah konsep tempat makan  bernuansa Bali pada Sabtu (23/2/2019). Konsep tersebut dibuat lantaran banyaknya permintaan dari para tamu yang menginap dan berkunjung di hotel ini.

“Melihat animo masyarakat Malang yang begitu tinggi terhadap restoran atau tempat makan yang nyaman, kita membuat konsep yang berbeda dan masih jarang yang menggunakannya. Akhirnya kita buat konsep baru dengan nama outlet Kintamani Terrace dengan menu yang ada di Bali tapi halal dan bisa dimakan siapa saja,” ujar Erwinda Moonica, Assistan Sales manager hotel Swiss-Belinn Malang.

Berkonsep ala pulau Dewata, Kintamani Terrace yang baru saja dilaunchingkan ini, merupakan sebuah menu tematik yang juga menyuguhkan berbagai hidangan menu makanan dan minuman khas pulau Dewata. Seperti Nasi Campur Bali, Bebek Betutu, Sup Ikan Sanur, dan lain sebagainya. 

Tak hanya itu saja, suasana di Kintamani Terrace juga dibuat semirip mungkin dengan suasana di restoran yang ada di Bali hingga pelayan yang juga menggunakan kostum ala Bali. Tak hanya itu saja, di setiap Jumat malam, nantinya juga terdapat sebuah penampilan tarian khas Bali.

Kintamani Terrace ini juga terbuka untuk masyarakat umum. Untuk bisa menikmatinya, tamu bisa datang ke tempat ini setiap hari dimulai dari pukul 10.00 pagi hingga 23.00 WIB. Harga yang diberikan untuk menikmati hidangan inipun sangat terjangkau, tamu hanya perlu membayar Rp 15 ribu/nett sampai Rp 80 ribu/nett saja.

Tak hanya di Swiss-Belinn saja yang memiliki konsep menu tematik, baru – baru ini The 101 Hotel Malang OJ juga membuat menu tematik berupa Kampung Dhaharan yang dilaunchingnya pada Kamis (21/2/2019) kemarin. Menu yang disajikan dari program ini menghadirkan berbagai konsep makanan dan minuman tradisional Indonesia yang terdapat di Pandanwangi Restaurant The 101 Hotel Malang OJ. Antara lain seperti pecel, gudek hingga minuman tradisional seperti jamu dan wedang jahe. Selain itu, juga disediakan varian jajanan tradisional. Untuk menikmatinya, tamu hanya perlu membayar Rp 70 ribu/nett untuk menikmati semua hidangan yang disajikan di hari senin sampai rabu setiap minggunya.

“Kita memiliki menu tematik berkonsep kuliner tradisional Indonesia bernama Kampung Dhaharan. Bahkan suasananya juga kita buat dengan nuansa tempo dulu dengan hiasan kuno dan staf yang standby juga berkostum ala orang dulu” ujar Ledya Shelfy Sales and Marketing Manager The 101 Hotel Malang OJ.

Penggunaan konsep menu tematik pada hotel ini juga dilakukan oleh Hotel Santika Premiere dengan program Afternoon Tea sejak awal tahun 2019. Menggunkan konsep ala Eropa, menu yang tersaji juga dibuat semenarik mungkin seperti makanan di Eropa.

“Kita ada Afternoon Tea yang berkonsep ala eropa dengan hidangan ala Eropa juga dengan menu highlight yang setiap 2 bulan sekali akan diganti oleh koki” ujar Essa Adeline Public Relation Hotel Santika Premiere

Untuk bisa menikmati menu Afternoon Tea yang tersedia setiap hari dari pukul 14.30 hingga 18.00 WIB ini, tamu hanya perlu membayar Rp 70 ribu/net saja.

Pewarta : Luqmanul Hakim
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]ngawitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]ngawitimes.com | marketing[at]ngawitimes.com
Top