Tak Hanya Lakukan Ujaran Kebencian, Puji Ati Juga Diduga Lakukan Ancaman Pembunuhan

Jalanya sidang terhadap Rohman Koerniawan alias Puji Ati (foto:  Joko Pramono/JatimTIMES)
Jalanya sidang terhadap Rohman Koerniawan alias Puji Ati (foto: Joko Pramono/JatimTIMES)

NGAWITIMES, TULUNGAGUNG – Pengadilan Negeri Tulungagung mulai menyidangkan terdakwa kasus ujaran kebencian di media sosial dengan tersangka Rohmad Koerniawan alias Wawan alias Imam Insani alias Puji Ati, Senin (11/2/19).

Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua PN Tulungagung, Johanis Hehamoni itu terungkap jika Wawan tak hanya lakukan ujaran kebencian, namun juga ancaman pembunuhan terhadap anak salah satu warga yang menjadi perantara jual beli tanah di Desa Tenggong, Kecamatan Rejotangan, Partin dan Sugito. 

Pengancaman dilakukan dengan mengirimkan pesan singkat melalui aplikasi perpesanan. 
"Pringsedapur menunggu keluarga anda jika benar tanah itu jatuh kepada Tatik, 7 hari anakmu harus mati bayan, matilah kau foto mu sudah aku bawa1 minggu anakmu mati," isi ancaman yang diduga dikirimkan Wawan kepada Partin dalam surat dakwaan. 

Sidang dakwaan terhadap Wawan dimulai sekitar pukul 12 siang. Sidang sempat molor lantaran Wawan mandi dulu sebelum sidang. 
Menanggapi dakwaan itu, kuasa hukum terdakwa yang ditunjuk oleh pengadilan, Bambang Suhandoko enggan berkomentar banyak atas kasus klienya. 

"Saya baru saja ditunjuk, masih saya dalami dulu, minggu depan saja waktu pemanggilan saksi-saksi," ujarnya sambil berlalu. 
Wawan diamankan oleh unit pidana khusus Satreskrim Polres Tulungagung pada Rabu (21/11/18) lalu. 

Wawan diamankan lantaran menyerang secara membabi buta sejumlah pejabat di Kabupaten Tulungagung melalui akun medsos Puji Ati.

Sejumlah nama seperti Kapolres Tulungagung, Plt Bupati Tulungagung, Ketua DPRD Tulungagung hingga beberapa wartawan tak luput dari serangannya.
Dari penuturan Wawan, dirinya melakukan hal itu lantaran ada beberapa oknum wartawan yang menyuruhnya melakukan hal itu. 

Bahkan nama seorang Kepala OPD juga turut disebut membiayai kegiatannya. 
Namun hal itu buru-buru disanggah oleh TR, pejabat yang disebut mendanai aksinya.

Selanjutnya berkas Wawan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tulungagung, Selasa (22/1/19) lalu. 
Pelimpahan dilakukan lantaran berkasnya sudah dianggap P21 atau memenuhi syarat untuk dilimpahkan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung melalui Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tulungagung, Rahmat Hidayat.
"Berkas Wawan dinyatakan sudah lengkap pada 21 Januari 2019 oleh jaksa peneliti," ujar Rahmat, Selasa (22/1/19). 

Selanjutnya tersangka bersama barang bukti perkara ujaran kebencian di media sosial diserahkan ke Kejaksaan Negeri Tulungagung dari penyidik Polres Tulungagung.

"Karena sudah menjadi tanggung jawab Kejaksaan, maka yang bersangkutan berstatus sebagai tahanan kejaksaan," tuturnya lebih lanjut.
Penahanan dilakukan hingga 20 hari kedepan. Tersangka akan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Tulungagung.

"Mulai tanggal 22 Januari hingga 10 Februari 2019 di rutan LP Tulungagung," terangnya pada awak media.
Ditanya tentang kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus ini, Rahmat mengisyaratkan akan ada tersangka baru. 
Namun hal itu masih menunggu proses penyidikan yang masih berjalan.

"Kan penyidik sudah menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang bersangkutan, apabila berkas sudah P21 akan dilimpahkan ke kita (Kejaksaan)," urainya.
Selain tersangka (Wawan), Kejari juga menerima barang bukti berupa beberapa HP pintar yang digunakan sebagai sarana ujaran kebencian di akun medsos "Imam Insani".

Pada Senin, (4/2/19) berkas Wawan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tulungagung dan mulai disidangkan pada hari ini.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]ngawitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]ngawitimes.com | marketing[at]ngawitimes.com
Top