Pusat Kuliner Rumah Tua Lenyap, Bakal Ada Pasar Panggung

Area bakal Pasar Panggung yang masih dalam pengerjaan di Selatan Gor Ganesha, Alun-Alun Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Area bakal Pasar Panggung yang masih dalam pengerjaan di Selatan Gor Ganesha, Alun-Alun Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

NGAWITIMES, MALANG – Kuliner di area rumah tua jalan Sudiro Alun-Alun Kota Batu yang hilang, segera tergantikan dengan Pasar Panggung. Pasar Panggung akan menjadi tempat baru pada Pedagang Kali Lima (PKL) yang terkena gusur beberapa saat lalu.

Sebelumnya Setelah kejadian digusurnya para PKL rumah tua, Pemkot Batu memberikan lahan di area selatan Gor Ganesha yang rencana akan diberinama Pasar Panggung. Luasnya 600 meter. 

Area itu sebelumnya hanya tanah yang ditumbuhi rumput lia. Uuntuk kebutuhan lahan relokasi PKL rumah tua, akhirnya Pemkot Batu membenahi area tersebut. Dengan diberi paving dan fasilitas dia toilet.

Setelah selesainya pembangunan paving dan toilet itu, kerangka besi mulai dibangun di sana. Hingga saat ini masih dalam proses pendirian kerangka besi sebagai pelindung.

Akan tetapi itu bukan dari Pemkot Batu, melainkan swadaya dari PKL rumah tua yang inisatif untuk lancarnya berjualan. “Kerangka besi yang sekarang dipasang itu dari swadaya teman-teman yang tergabung dalam eks Paguyupan Rumah Tua,” kata Jarwo, Jumat (8/2/2019).

Proses penambahan kerangka besi itu didirikan sejak awal bulan Februari dan akan berakhir pada akhir bulan ini. “Adanya penambahan keranga besi dan atapnya supaya lebih nyaman apalagi saat hujan seperti ini,” imbuhnya. 

Menurutnya yang akan menrmpati Pasar Panggung itu akan ditempati sekitar 67 stand. Setiap standnya berukuran 2x2 meter untuk makanan. “Tapi kalau untuk yang asesoris bisa lebih kecil lagi tempatnya,” jelas Jarwo.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Unit Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu Eko Suhartono menambahkan, lahan itu disiapkan kepada PKL rumah tua agar tidak berjualan di pinggir jalan. “Tapi kami memberikan ketentuan satu pedagang mendapatkan jatah satu bedak. Melihat sebelumnya yang berjualan satu keluarga dengan banyak bedaknya,” kata Eko.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]ngawitimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]ngawitimes.com | marketing[at]ngawitimes.com
Top